Mengenal Sistem Pendidikan

Mengenal Sistem Pendidikan Dasar di Inggris: Apakah Ini Model yang Patut Diikuti?

Mengenal Sistem Pendidikan – Sistem pendidikan dasar di Inggris sudah terkenal di seluruh dunia. Banyak negara yang berusaha meniru atau mengadaptasi berbagai elemen dalam sistem ini karena di anggap sebagai salah satu yang paling efisien dan berkualitas. Namun, apa yang sebenarnya terjadi di balik sistem ini? Mari kita bongkar lebih dalam dan lihat apakah sistem pendidikan dasar di Inggris benar-benar layak dijadikan model global.

Struktur Sistem Pendidikan Dasar di Inggris

Di Inggris, pendidikan dasar terdiri dari dua tahap: Primary Education dan Secondary Education. Pendidikan dasar di mulai pada usia 5 tahun dan berlanjut hingga usia 11 tahun, yang di bagi menjadi dua fase: Key Stage 1 dan Key Stage 2. Di tahap pertama, anak-anak mulai di kenalkan dengan dasar-dasar akademik seperti slot bonus new member, bahasa Inggris, serta seni dan budaya. Pada usia 7 tahun, mereka mulai menghadapi ujian formal yang menilai kemampuan mereka di beberapa mata pelajaran penting.

Namun, kenyataannya, tidak semua anak bisa menikmati akses pendidikan yang sama. Ada kesenjangan sosial dan ekonomi yang menyebabkan beberapa sekolah di kawasan tertentu mendapatkan sumber daya yang lebih banyak di bandingkan yang lainnya. Ini adalah sisi gelap yang sering kali tidak disorot oleh para pengamat internasional.

Kurikulum yang Padat dan Kompetitif

Kurikulum pendidikan dasar di Inggris sangat ketat dan menuntut. Anak-anak di paksa untuk menghadapi ujian berkala, yang membuat sistem ini terkesan kompetitif dan penuh tekanan. Di Key Stage 2, mereka harus menghadapi ujian yang di sebut SATs, yang menentukan apakah mereka layak melanjutkan ke pendidikan menengah. Ujian ini seringkali menimbulkan ketegangan yang luar biasa baik bagi siswa maupun orang tua.

Meskipun sistem ujian ini di rancang untuk menilai pemahaman siswa, beberapa pihak berpendapat bahwa hal ini justru memperburuk keadaan. Anak-anak, yang seharusnya menikmati masa kecil mereka, justru di paksa untuk fokus pada angka-angka dan hasil ujian. Apakah ini sistem yang sehat?

Baca juga artikel di sini https://apmikimmdojatim.org/

Pilihan Sekolah: Sekolah Negeri vs. Sekolah Swasta

Di Inggris, ada dua jenis sekolah yang dapat di pilih oleh orang tua untuk anak-anak mereka: sekolah negeri dan sekolah swasta. Sekolah negeri disubsidi oleh pemerintah, sementara sekolah swasta dibiayai oleh orang tua dan bisa memungut biaya yang sangat tinggi. Meskipun sekolah negeri di Inggris memiliki kualitas pendidikan yang baik, tetapi sekolah swasta seringkali menawarkan fasilitas dan pendidikan yang lebih unggul.

Tidak jarang ditemukan kesenjangan kualitas antara sekolah-sekolah tersebut, yang tentunya dapat menciptakan ketidaksetaraan dalam pendidikan. Keluarga yang memiliki kemampuan finansial lebih baik memiliki akses lebih mudah ke sekolah swasta dengan fasilitas lengkap dan pengajaran lebih privat. Inilah dilema yang terjadi dalam pendidikan di Inggris: sistem yang seharusnya merata, ternyata tidak bisa menutupi kesenjangan sosial.

Pembelajaran yang Terstruktur dan Tidak Terlalu Fleksibel

Pada sistem pendidikan dasar di Inggris, struktur pembelajaran yang terorganisir sangat ketat. Jadwal pelajaran sangat terstruktur dan hampir tidak memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas atau minat pribadi mereka. Mereka lebih banyak di dorong untuk mengikuti sistem yang ada. Tanpa banyak kesempatan untuk mengeksplorasi minat mereka di luar kurikulum yang sudah di tetapkan.

Sistem ini memang mendidik anak-anak untuk beradaptasi dengan ketatnya dunia kerja yang serba terstruktur. Namun, banyak yang menganggap hal ini merampas kebebasan belajar dan mengurangi rasa ingin tahu alami yang harusnya dimiliki anak-anak.

Dengan segala kemegahannya, sistem pendidikan dasar di Inggris tetap punya kekurangan yang tidak bisa di abaikan. Ketimpangan sosial, ujian yang menekan, serta sistem yang terlalu terstruktur, semua ini membentuk gambaran yang kompleks tentang bagaimana pendidikan di laksanakan di negara tersebut. Apakah kita bisa memetik pelajaran dari ini?